Rabu, 28 Desember 2011
Coretan Malem
* tapaning jasad: mengendalikan atau menghentikan gerak tubuh dan gerak fisik lainnya,lakunya tidak dendam ,sakit hati .semua hal diterima dengan legawa-tabah dengan kesungguhan hati alis tan milih tan nolak
* tapaning budhi:artinya menghilangkan perbuatan yang hina (nista) dan hal hal yang tidak jujur
* tapaning hawa nafsu:mengendalikan nafsu atau sifat angkara murka dari pribadi kita.lakunya sabar dan selalu berusaha menyucikan diri,punya perasaan dalam,mudah memberi maaf dan taat pada tuhan yang maha esa.
* tapaning cipta:artinya memperhatikan perasaan secara sungguh sungguh atau dalam bahasa jawanya ngesti sarasaning raos ati,berusaha sekuat tenaga menuju heneng–meneng-khusyuk-tumaknina,sehingga hasilnya tidak akan diombang ambingkan oleh siapapun dan apapun dan yang akhir selalu hening-wening atau waspada supaya bisa konsentrasi ke alloh swt
* tapaning sukma:dalam tahapan ini kita fokus ke ketenangan jiwa.amalnya ikhlas dan memperluas rasa kedermawanan kita dengan memberi derma kepada fakir miskin secara iklas
* tapaning cahya:maknanya dalam tataran ini selalu eling,awas dan waspada.sehingga hasilnya kita mempunyai daya meramalkan sesuatu secara tepat alis waskitha,amal eling dan waspada diikuti dengan menghindari hal hal yang bersifat glamour dunia atau memabukan yang mengakibatkan batin kita menjadi samar.
* tapaning gesang:dalam tahapan akhir ini kita berusaha sekuat tenaga dengan hati hati menuju kesempurnaan hidup dan taat pada Tuhan Yang Mahaesa.
Sabtu, 24 Desember 2011
SURO DIRO JOYO DININGRAT
Suro = Keberanian.
Dalam diri manusia, mempunyai sifat keberanian. Entah itu berani karena benar, berani karena jaga image, berani karena sok jago atau berani yang lain. Sifat ini sangat sebenarnya bagus tapi kalau sudah melanggar dari aturan-aturan ya sama aja boong.
Diro = Kekuatan.
Manusia mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Apalagi bila dalam keadaan terdesak maka kekuatan yang akan timbul bisa lebih besar lagi dari biasanya. Akan tetapi, sekarang ini banyak manusia yang hanya mengandalkan kekuatannya sehingga menimbulkan kerusakan dimana-mana. Hal ini nantinya akan berdampak kurang baik bagi siapapun juga termasuk yang menggunakan kekuatan secara berlebihan.
Joyo = Kejayaan.
Sebagian dari kita mungkin pernah merasakan bagaimana rasanya apabila kita selalu menjadi yang terdepan, kita selalu menjadi yang terbaik diantara yang lainnya. Nantinya apabila ini menjadi berlebihan maka kita akan menjadi sombong, pongah, dan menjadi manusia yang tidak ingin kalah. Bukankah mengalah tidak selamanya kalah?
Ningrat = bergelimang dengan kenikmatan duniawi
Ningrat disini mungkin bisa diartikan bahwa kita berkecukupan namun itu tidak menjadikan kita sebagai manusia yang rendah hati. Kita menjadi takabur akan kemewahan yang kita miliki sehingga melupakan yang lainnya.
Lebur = Hancur, Musnah
Lebur artinya dilebur atau dimusnahkan atau dihancurkan. Ini mempunyai arti sesuatu yang nantinya akan dihancurkan.
Dening = Dengan
Pangastuti = Kebijaksanaan, Kasih Sayang, Kebaikan
Kata-kata yang mendasari kalimat "Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti" ternyata semuanya mengandung sifat-sifat yang ada di dalam diri manusia. Bila dicermati lagi, disitu kita berada dalam posisi yang selalu di atas angin, menang sendiri.
Untuk arti dari keseluruhan kalimat "Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti adalah Semua Keberanian, Kekuatan, Kejayaan, dan Kemewahan yang ada di dalam diri manusia akan dikalahkan oleh Kebijaksanaan, Kasih Sayang, dan Kebaikan yang ada di sisi lain dari manusia itu sendiri.
Semua tulisan diatas tidak ada maksud apa-apa hanya sekedar iseng menulis ajah jadi jangan ditanggapi serius yap
Rabu, 13 Juli 2011
CAHYANING URIP
Jumat, 07 Januari 2011
Pemimpin merupakan sosok yang berjiwa besar.... tidak egois dan tidak menyombongkan diri, Bisa ngemong dan mengayomi bawahan, bisa memberikan rasa sejuk, bisa memajukan suatu program, mengembangkan suatu usaha dengan memanajemen suatu organisasi.... mulai dari yang tertinggi hingga yang terbawah.. cakap, cerdas, tegas dan tidak arogan. berani mati untuk melindungi yang di pimpinnya. tidak mau mengkambing hitamkan bawahan jika gagal dalam menjalankan tUGAS... selalu bertanggung jawab dan tidak khawatir jika benar menjaga sikap Henggar manah...bukanlah jiwa pemimpin orang yg masih menganggap bawahan sebagai budak menganggap atasan sebagai raja bukanlah jiwa pemimpin yg hanya mementingkan diri diatas penderitaan org & tdk menghargai bawahan.. kita semua adlh pemimpin.... maka jadilah pemimpin diri sendiri yg sejati agar jika suatu saat kita jadi pemimpin org lain maka akan menjadi pemimpin yang berbudi bukan pemimpin yang buta mata hatinya...
Minggu, 22 Agustus 2010
Menemukan Ketenangan Hidup
1. Bisa Menyatukan Hati, pikiran,Ucapan, Perbuatan dengan syareat Islam yang benar
Apa kata hati harus sama dengan apa yang kita ucapkan, sama dengan apa yang kita perbuat, Jika hati berkata A maka ucapan kita A dan apa yang kita perbuat juga A dalam artian “kita tidak berbohong pada diri kita sendiri” maka secara otomatis kejujuran akan terbentuk
2. Rasa tidak terlalu membedakan antara 2 sisi kaya miskin, senang susah,
Jika kita sedang diberi banyak rejeki janganlah terlalu senang atau terlalu berlebihan dalam menjankan amanah rejeki tersebut sebab kita pasti akan menemukan kesulitan rejeki entah kapan saatnya, jika kita sedang diberi kekayaan harta janganlah angkuh pada sesama sebab suatu kekitika kita akan mengalami kemiskinan. Jika kita sedang sedih janganlah kesedihan itu menyiksa kita sebab kita pasti akan merasakan senang.
Kita kaya biasa, miskin biasa, senang biasa susahbiasa, kalau kita sudah tidak memberikan perbedaan diantara keduanya tersaebut maka ketentraman dan kebahagiaan hidup akan tercapai….Insya alloh jika hukum keseimbangan ini kita jalani maka tingkat keimanan kita akan meningkat. Manusia tidak mengerti kapan perubahan tepatnya antara siang dan malam namun siang dan malam itu ada,
Inilah sedikit uraian….semoga kita bias mengkupas dan selalu bias mensyukuri nikmat Alloh dalam kondisi apapun…

